Monthly Archives: August 2014

GE Offers Engine Technology Transfer for KFX

23 Agustus 2014

KFX C-103 two engines type (image : Kodef)

GE Korea has pledged to transfer engine technology if it is selected to take part in the government’s “KFX” fighter jet project.

“As the shipbuilding industry contributed to the growth of Korean industry, GE Korea hopes to provide the best cooperation in supporting the Korean government to make its next growth engine in the aerospace industry,” said GE Korea President and CEO Khang Sung-wook during a press conference at the Westin Chosun Seoul, Thursday.

“GE could provide high-technology oriented products and business knowhow accumulated throughout the world to Korea.”

The government is aiming to manufacture “F-16+ class” fighter jets that are envisioned to enter service from 2023.

Khang asked for the government to take the lead, saying it was difficult for private companies to fund development and emphasizing the government’s contribution to the shipbuilding industry in the past.

GE officials didn’t mention details about what its investment would be, but said it could provide similar assistance as in the past.

It previously assembled the F404 engine for the T-50, Korea’s first indigenous supersonic trainer, locally.

GE also transferred major manufacturing lines to Korea for the LM2500, the engine for Aegis destroyers, as well as the T700-701K, a co-developed engine for the Surion utility helicopter.

So far, GE Korea sold some 1,300 engines for some 600 military aircraft including helicopters and 400 engines for civilian planes here.

GE’s Korean unit also said it would play a main role in exporting fighter jets.

With some 300,000 employees in more than 160 countries, GE plans to utilize this global network to actively support the Korean aircraft export programs.

The company pledged to push the T-50 Golden Eagle as one such program.

In the past, GE worked with Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) in its frigate export program to Thailand. It also provided its engine technology to Korea Aerospace Industries (KAI) to assist in exporting the FA-50 (the ground attack variant of the T-50) to Indonesia, Iraq and the Philippines.

(Korea Times)

View the Original article

Advertisements

Comments Off on GE Offers Engine Technology Transfer for KFX

Filed under Indonesia

2 Prototipe Pesawat N-219 Akan Jadi Kado HUT RI 2015

25 Agustus 2014

Pesawat N-219 akan dibuat 2 prototipe oleh PT DI (image : PT DI)

Pesawat N-219 akan jadi kado HUT ke-70 RI

Bandung (ANTARA News) – PT Dirgantara Indonesia (PT DI) optimistis merampungkan pembuatan dua unit pesawat N-219 dan akan menjadi kado istimewa pada HUT ke-70 RI tahun 2015. 

“Pesawat N-219 yang merupakan produk asli PTDI optimitis rampung pada Agustus 2015 dan menjadi kado bagi HUT ke-70 RI,” kata Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso di sela acara HUT PTDI ke-38 di Bandung, Sabtu.

Ia menyebutkan, setelah merampungkan prototype sebanyak dua unit itu, PT DI menargetkan untuk bisa memasarkan pesawat baling-baling tersebut pada 2015-2016.

Menurut Budi Santoso, pesawat yang rencananya membidik pasar penerbangan perintis itu merupakan hasil rancangan insinyur-insinyur PTDI yang dirancang dengan tingkat kehandalan yang bersaing di kelasnya. 

“Kami ingin buktikan kepada calon pengguna keunggulan dari pesawat ini. Bila mendapat respon pasar PTDI memiliki kapasitas untuk bisa memproduksi 12 hingga 18 unit per tahun,” kata Budi Santoso.

Pesawat yang berkapasitas 19 penumpang itu, rencanaya akan dirilis dengan harga 5 juta dolar AS. Harga itu menurut Budi sangat bersaing di kelasnya. 

PTDI menurut dia memiliki pengalaman bidang teknologi kedirgantaraan dan selama ini telah menjadi mitra sejajar dengan produsen pesawat dunia seperti Boeing, Eurocopter dan lainnya.

“Pesawat N-219 memiliki pasar potensial, keunggulannya bisa melayani penerbangan perintis dengan landasan pendaratan dan pacu yang pendek,” kata Budi. 

Ia menyebutkan pasar dalam negeri cukup terbuka, yakni untuk melayani rute perintis di Kalimantan dan Papua yang saat ini dilayani oleh pesawat kecil yang dioperasikan oleh operator penerbangan perintis di kawasan itu. 

Pesawat N-219 merupakan pesawat multi fungsi bermesin dua yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan tujuan untuk dioperasikan di daerah-daerah terpencil. Pesawat ini terbuat dari logam dan dirancang untuk mengangkut penumpang maupun kargo.

Pesawat yang dibuat dengan memenuhi persyaratan FAR 23 ini dirancang memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel yang memastikan bahwa pesawat ini bisa dipakai untuk mengangkut penumpang dan juga kargo.

N-219 merupakan pengembangan dari NC-212 yang sudah diproduksi oleh PT DI di bawah lisensi CASA. Selain itu PTDI juga memiliki produk unggulan yakni CN-235 versi MPA dan sipil serta pemegang lisensi pemasaran pesawat N-295 di kawasan Asia Pasifik.

(Antara)

View the Original article

Comments Off on 2 Prototipe Pesawat N-219 Akan Jadi Kado HUT RI 2015

Filed under Indonesia

LST KRI Teluk Bintuni Akan Diluncurkan 28 Agustus

26 Agustus 2014

Kapal LST KRI Teluk Bintuni 520 (photos : Saibumi, Jee)

PT DRU Lampung Akan Luncurkan KRI Teluk Bintuni Malam Hari

Saibumi.com, Bandar Lampung – Tiga hari menjelang peluncuran kapal perang khusus pengangkut tank, KRI Teluk Bintuni ke laut. KRI Teluk Bintuni yang merupakan produksi galangan kapal dari Lampung yakni PT DRU.

“Dijadwalkan launching Kamis, 28 Agustus 2014. Semoga tidak terjadi apa-apa sehingga tidak mundur dan cuaca juga bersahabat saat acara peluncuran kapal tersebut ke laut bisa berjalan dengan lancar,” ungkap Kepala Bagian Umum PT DRU Yahya kepada Saibumi.com.


Ia menyampaikan peluncuran kapal pesanan Kementerian Pertahanan dan Keamanan tersebut akan dilakukan malam hari. “Dimulai acaranya pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai dan rencananya juga akan ada kembang api,” ujarnya.

Untuk acara launching kapal yang baru pertama kali pihak swasta (yakni PT DRU) diberi kepercayaan besar untuk membuat kapal perang untuk Angkatan Laut akan dihadiri tamu-tamu penting. “Yang diundang itu antara lain Menteri Pertahanan, Kepala Staf Angkatan Laut, dan Panglima Armada Bagian Barat. Kalau dari Provinsi Lampung sendiri ada Gubernur Lampung, Kapolda Lampung, Komandan Angkatan Laut,  Komandan Brigadir Infantri, Walikota Bandar Lampung, Dinas Perhubungan Laut, Pelabuhan Indonesia dan Asosiasi Pelayaran Indonesia,” beber Yahya 


Sebelumnya KRI Teluk Bintuni adalah kapal jenis Landing Shift Tank (LST). Kapal perang yang didesain mampu mendarat langsung dipantai ini khusus untuk angkut tank jenis Leopard yang didatangkan dari Jerman. Untuk tahap pertama, Angkatan Laut membuat tiga kapal angkut tank. Untuk kapal angkut tank 1 dan 2 dikerjakan oleh BUMN. Sedangkan pengerjaan kapal angkut tank 3 dipercayakan kepada PT DRU Lampung. Diberi nama KRI Teluk Bintuni dan dari ketiga kapal, hanya KRI Teluk Bintuni yang hampir selesai pengerjaannya.(*)

(Saibumi)

View the Original article

Comments Off on LST KRI Teluk Bintuni Akan Diluncurkan 28 Agustus

Filed under Indonesia

Uji Coba Statis Roket R-Han 450mm dan Uji Dinamis Roket R-Han 320mm

26 Agustus 2014

Roket Pertahanan RHan 450 mm (photo : Kemhan)

Balitbang – Garut, Balitbang Kemhan dan Konsorsium Roket Nasional melaksanakan uji coba statis roket R-Han 450mm dan uji dinamis roket R-Han 320mm yang dilaksanakan di Lapangan Sonda Lapan Pameungpeuk Garut Jawa Barat pada tanggal 21 dan 22 Agustus 2014, dihadiri oleh Kabalitbang Kemhan dan Tim Konsorsium.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program kegiatan Pembuatan Prototipe Roket Jarak 100 km Ground to Ground (tahap awal) yang dilaksanakan pada T.A. 2013 yang  pada saat itu sampai pada tahap uji statis roket R-Han 320 mm sebanyak 2 unit dan uji statis roket R-Han 450 mm 1(satu) unit.

Roket Pertahanan RHan 320 mm (photo : Kemhan)

Dalam kegiatan ini salah satu implementasi pemanfaatan teknologi khususnya dikaitkan dengan bentuk-bentuk ancaman adalah dikembangkannya roket pertahanan R-Han 320 mm dan R-Han 450 mm. Berdasarkan evaluasi strategis terhadap letak geografis negara Republik Indonesia dan perkembangan situasi serta ancaman yang masih dihadapi, maka peroketan dalam bentuk sistem senjata adalah suatu keharusan dan perlu segera dikembangkan untuk pengembangan dan modernisasi TNI  dalam menjawab tantangan-tantangan perang  serta upaya membuat Indonesia tidak bergantung pada produk luar negeri, khususnya di bidang pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista).  

Penekanan tombol pada saat peluncuran roket R-Han dilakukan oleh Kabalitbang Kemhan Prof. Dr. Ir. Eddy S. Siradj M.Sc. Kegiatan uji coba yang dilaksanakan berjalan dengan lancar dan hasil sesuai harapan.  

Diharapkan kegiatan pembuatan Prototipe Roket Jarak 100 km Ground to Ground (tahap awal) dapat terus berlanjut (multiyears) sehingga akan didapatkan prototipe roket yang handal serta tercapainya kemandirian alutsista, khususnya  teknologi keroketan. 

(Balitbang Kemhan)

View the Original article

Comments Off on Uji Coba Statis Roket R-Han 450mm dan Uji Dinamis Roket R-Han 320mm

Filed under Indonesia

PT LEN Peroleh Kontrak Ekspor Perangkat Lunak Kapal Perang

27 Agustus 2014

TACTICOS combat management system (image : Thales)

Bandung (ANTARA News) – PT Len Industri (Persero) mendapat kontrak ekspor perangkat keras kapal perang jenis perusak kawal rudal (PKR) atau fregat untuk kedua kalinya dengan bekerja sama dengan perusahaan multinasional, Thales Belanda.

“Proyek ini memberi warna baru dalam bisnis LEN, menjual jam kerja yang akan memberikan persentase keuntungan signifikan sekaligus strategis dalam pengembangan teknologi industri pertahanan,” kata Direktur Utama PT Len Industri, Abraham Mosse, seusai penandatanganan dengan Thales Netherlands, di Bandung, Selasa. 

Penandatanganan kontrak oleh Mosse dengan CEO Thales Netherlands, Gerben Edelijn, disaksikan anggota Komite Kebijakan Industri Pertahanan, Marsekal Madya TNI (Purnawirawan) Eries Heryanto.

Menurut Mosse, penandatanganan kerja sama itu untuk lebih memperkuat kerja sama di bidang Naval Combat Management System (CMS) dan Combat Sistem Integration (CSI) masa depan khususnya program perusak kawal rudal atau fregat.

“Kerja sama ini untuk perangkat CMS di kapal fregat. Pemerintah membeli dua kapal jenis itu dimana PT Len dan Thales menggarap perangkat CMS yang mengintegrasikan sistem komunikasi di kapal itu,” katanya. 

Pengadaan kapal perang itu dilakukan pemerintah bekerja sama dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Nabal Shipbuilding, serta Thales Netherlands sebagai pemimpin di subsektor sensor integrator, weapon and command (Sewaco).

Khusus untuk kontrak kerjasama kedua, kata Mosse, berisi pengembangan perangkat lunak sting EO Tracker, Mass Decoy Launcher, dan VL-MICA Surface-to-Air Missile.

Sementara itu Kepala Bidang Industri Pertahanan PT LEN, Nurman, menyebutkan, proyek ini sangat strategis karena memungkinkan pengembangan sistem ICT dan komunikasi arsenal lain. 

“Khusus untuk CMS kapal fregat, ini langkah strategis, karena masih banyak kapal yang perlu sistem itu. Khusus untuk proyek kerja sama ini total nilainya mencapai 2 juta euro,” kata Nurman.

Saat ini, menurut dia, PT LEN menjadi satu-satunya perusahaan di dalam negeri yang telah berhasil membuat CMS dan telah memasangnya di tiga fregat kelas Van Speijk TNI AL, KRI Yos Sudarso-353, KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Abdul Halim Perdanakusuma-354.

Sementara itu CEO Thales Netherland, Gerben Edelijn, menyebutkan pihaknya akan memanfaatkan kerja sama dengan Len sebagai bagian kerja sama jangka panjang dan untuk menggarap sejumlah proyek lainnya di Indonesia.

“Thales memiliki pengalaman di sektor software industri pertahanan, dan Len merupakan perusahaan kompeten di Indonesia dan menjadi mitra strategis ke depan,” kata Edelijn.

(Antara)

View the Original article

Comments Off on PT LEN Peroleh Kontrak Ekspor Perangkat Lunak Kapal Perang

Filed under Indonesia

F-16V Completes Major Capability Milestone

By on Friday, August 22nd, 2014

The newest configuration of the F-16 Fighting Falcon, the F-16V, has reached a major capability milestone with the integration of a new Active Electronically Scanned Array (AESA) radar.

“Completing this milestone on schedule demonstrates our ability to meet program commitments,” said Roderick McLean, vice president and general manager of the F-16/F-22 Integrated Fighter Group at Lockheed Martin. “It proves once again why customers turn to Lockheed Martin to upgrade their F-16 fleets and advance the mission capability of the world’s most effective 4th generation multi-role fighter.”

The completion of this AESA radar Critical Design Review ensures Northrop Grumman’s Scalable Agile Beam Radar (SABR) design meets all specified U.S. Air Force and Lockheed Martin requirements. Lockheed Martin [NYSE: LMT] will continue with follow-on activities such as development integration and ground and flight test for Taiwan’s fleet of 144 Block 20 F-16A/B fighter jets.

With the upgrade to the new SABR and enhancements to the mission computer, vehicle systems, aircraft structure, cockpit and electronic warfare system, Taiwan moves forward as the launch customer for the new F-16V configuration.

More than 4,550 F-16 aircraft have been delivered to date, and production is expected to continue through 2017, with major upgrades being incorporated for all F-16 versions.

Headquartered in Bethesda, Maryland, Lockheed Martin is a global security and aerospace company that employs approximately 113,000 people worldwide and is principally engaged in the research, design, development, manufacture, integration and sustainment of advanced technology systems, products and services. The Corporation’s net sales for 2013 were $45.4 billion.

Related Topic Tags

Related Defense, Military & Aerospace Forum Discussions

View the Original article

Comments Off on F-16V Completes Major Capability Milestone

Filed under Defence Talk

Joint Effort Validates Ability to Move Stryker Vehicles Via Air

Four Stryker combat vehicles were successfully loaded onto a C-17 Globemaster III Aug. 13,2014, on the flightline here, marking the Army’s first use of the Stryker Marshalling Pad and Hot Cargo Pad since their construction.

According to Glen Bailey, the 15th Wing Plans and Programs chief of support agreements, the SMP and HCP were built specifically to support the 25th Infantry Division combat vehicles.

The Stryker, the Army’s interim armored vehicle, is used to provide quick response maneuvering capability, enhanced survivability and lethality, and expand fight versatility.

“The beddown of the C-17s and the 25th ID Strykers were linked from the beginning,” he said. “Early discussions by senior leadership identified the need for the joint training of Stryker movements through Hickam Field utilizing C-17 aircraft.”

Army Lt. Col. Jeff Howell, the 25th ID future operations director, said it took a lot of coordinating to get the scheduling of the training timed just right due to the Army’s high deployment tempo.

However, Howell said, the training exercise was necessary, because it is an important part of validating the unit’s readiness.

“Having this capability means our unit is more prepared to respond to any contingency in the Pacific, and that (Joint Base Pearl Harbor-Hickam) is prepared to help push us out on those contingencies,” he said.

A large piece of that capability, Howell said, is having a place to conduct preflight inspections and load the aircraft, and that’s where the SMP and HCP come into play.

Howell said the first training exercise was an overwhelming success, due in large part to the working relationships between the services.

“This has been in the works for two months, and the biggest takeaway from today is the coordination between all of the organizations that made it happen,” he said. “We worked with (Joint Base Pearl Harbor-Hickam), 15th Wing and the 735th Air Mobility Squadron, so it was truly a joint effort.”

Until recently, the Army relied on moving their Hawaii-based Stryker vehicles via ships.

Acknowledging the C-17s critical support role, Howell said it was great having the Air Force integrate into their training exercise.

“The 15th WG completely embraced their role as intra-theater airlift,” he said. “It’s great training with those guys because they are really professional.”

Related Topic Tags

Related Defense, Military & Aerospace Forum Discussions

View the Original article

Comments Off on Joint Effort Validates Ability to Move Stryker Vehicles Via Air

Filed under Defence Talk