Tag Archives: Masuki

Proyek KFX/IFX Masuki Tahap Engineering and Manufacturing Development (EMD)

09 Oktober 2014

Pesawat KFX/IFX C-103 (photo : pgtyman)


Proyek Pesawat Tempur Canggih KFX Dipastikan Berlanjut

Jakarta -Kementerian Pertahanan (Kemhan) bekerja sama dengan Korea Selatan dalam pengembangan di bidang industri pertahanan.

Melalui program Defense Acquisition Program Administration (DAPA), kedua pihak sepakat melanjutkan proyek pesawat tempur modern KFX/IFX dengan teknologi generasi 4,5.

Bagi Pemerintah Indonesia program kerja sama ini dilaksanakan sebagai upaya untuk bridging ke arah kemandirian pemenuhan kebutuhan pesawat, sekaligus mendongkrak kekuatan TNI AU dan meningkatkan daya tawar Indonesia dalam kancah Internasional. “Melalui Program KF-X/IF-X, Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korea Selatan akan mampu mengembangkan pesawat tempur multifungsi canggih yang berkemampuan di atas pesawat tempur F-16,” tulis siaran pers Kemhan yang diterima SP, Selasa (7/10).

Dalam riilis tersebut disebutkan, ada tiga tahapan dalam program kerja sama proyek KFX/IFX yakni Technology Development Phase (TD Phase), Engineering and Manufacturing Development (EMD Phase) dan Production Development. TD Phase telah rampung sejak Desember 2012 lalu dan kini tengah memasuki EMD Phase. EMD Phase diawali dengan kesepakatan Project Agreement (PA) yang baru saja ditandatangani oleh Dirjen Pothan Kemhan,Timbul Siahaan dan Dirjen Aircraft Program DAPA, Brigadier General (Air Force), Jung, Kwan Sun yang berisi prinsip dan aturan umum serta komitmen para Pihak selama EMD Phase.

PT Dirgantara Indonesia ditunjuk sebagai workshare dari pihak Indonesia yang selanjutnya akan menyusun perjanjian bersama dengan costshare dan kontraktor utama, yakni Pemerintah Korea Selatan. Diharapkan semua agreement sudah bisa ditandatangani pada akhir November 2015 dan program EMD sudah siap untuk dimulai.

“Salah satu kesepakatan yang dibuat adalah Indonesia –  Korea Selatan akan membentuk Joint Program Management Office (JPMO) untuk pelaksanaan Project Agreement (PA) tersebut termasuk mengawasi Korean Industial Participant (KIP) dan Indonesian Industial Participant (IIP), penganggaran serta pengeluaran/belanja, kompetensi, tugas dan fungsi,” papar Kemhan.

Besaran pembagian kerja (workshare) disepakati sebesar 80-20 persen dan kedua belah pihak sepakat bila ada tambahan anggaran harus disetujui keduanya. Nantinya Indonesia akan melaksanakan final assembly dan akan membangun production line dengan biaya sendiri.

Dalam scope of cooperation, pihak Korea mengkonfirmasikan bahwa 6 pesawat akan melakukan flight test di Korea dan 1 Prototype akan diberikan ke Indonesia untuk dilaksanakan final assembly, test and evaluation kembali. Pihak Korea akan menyerahkan satu prototipe Pesawat KF-X/IF-X setelah seluruh uji terbang diselesaikan dan dengan beberapa catatan, yaitu engineer dan test pilot Indonesia akan terlibat secara aktif dalam proses produksi prototipe dan uji terbang seluruh prototipe.

Sedangkan untuk penyiapan produksi prototipe dalam fase EMD akan dibahas lebih lanjut termasuk tentang penyiapan lini produksi dan final assembly pesawat di Indonesia serta kapan rollout dari first article pesawat akan diluncurkan.

(Berita Satu)

View the Original article

Advertisements

Comments Off on Proyek KFX/IFX Masuki Tahap Engineering and Manufacturing Development (EMD)

Filed under Indonesia

Pesawat T-50 Pesanan Indonesia Masuki Lini Produksi

28 Oktober 2012

Pesawat T-50 pesanan Indonesia yang sedang dirakit oleh KAI (all photos : Viggen)
Pesawat latih lanjut T-50 Golden Eagle pesanan Indonesia telah mulai diproduksi di pabrik Korea Aerospace Industry (KAI) Korea Selatan. Indonesia merupakan negara pertama diluar Korea yang memilih pesawat hasil rancangan KAI-Lockheed Martin ini.

Pada 12 April 2011 Indonesia telah memilih pesawat latih lanjut T-50 Golden Eagle untuk menggantikan pesawat Hawk Mk-53 yang sudah menua. Pada saat itu T-50 berhasil menyingkirkan pesaingnya yaitu Yak-130 buatan Rusia dan L-159B buatan Ceko.

Nilai kontrak senilai 400 juta USD telah ditanda-tangani pada 25 Mei 2011 untuk pengadaan 16 pesawat T-50 atau satu senilai skadron udara. Tipe pesawat yang dipilih Indonesia adalah yang mampu membawa persenjataan, meskipun secara spesifik tidak disebut sebagai T/A-50. Penyerahan pesawat tersebut rencananya akan dilakukan pada tahun 2013.

Pada gambar diatas tampak bodi pesawat dengan nomor TT5003, dalam penomoran standar TNI AU maka berarti pesawat ini akan masuk dalam skadron Tempur Taktis, sedangkan  angka 5003 menunjukkan jenis pesawat T-50 dengan angka urut nomor 3.
Dalam negosiasi jual beli, sempat  muncul beberapa opsi, diantaranya adalah opsi counter-purchase dengan pesawat angkut CN-235 atau reassemble pesawat T-50 ini di PT Dirgantara Indonesia, namun belum jelas opsi mana akhirnya yang dituangkan dalam kontrak
(Defense Studies)

View the Original article

Leave a comment

Filed under Indonesia