Tag Archives: Tunggu

PAL: Realisasi Kapal Perang Filipina Tunggu Desain

03 Juni 2014

Strategic Sealift Vessel (image : PAL)

Surabaya (Antara Jatim) – PT PAL Indonesia meyakini segera merealisasikan dua unit kapal perang jenis “Landing Platform Deck/LPD” pesanan Pemerintah Filipina karena proses pembangunannya saat ini memasuki tahap perencanaan desain.

“Oleh sebab itu, kami masih menunggu permintaan desain dari Pemerintah Filipina. Apakah rancangannya beda ataukah sama dengan LPD milik TNI AL,” kata Kepala Humas PT PAL Indonesia, Bayu Wicaksono, dihubungi di Surabaya, Minggu.

Ia menyatakan, kapal perang “LPD” yang dibeli Filipina adalah jenis “Strategic Sealife Vessel/SSV”. Kapal tersebut mempunyai ukuran panjang 122 meter.

“Secara ukuran, memang lebih panjang kapal LPD milik Indonesia yakni mencapai 125 meter,” ujarnya.

Sementara itu, jelas dia, pemesanan kapal perang tersebut dilakukan melalui Kementerian Pertahanan (Kemenhan) kepada PT PAL Indonesia. Untuk penandatanganannya sudah dilakukan pada bulan Maret lalu.

“Keputusan Pemerintah Filipina dilatarbelakangi keberhasilan kami membangun kapal perang jenis LPD dan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter pesanan dari Kemenhan,” katanya.

Kini, tambah dia, pihaknya juga sedang melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Filipina. Hal itu bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi kebutuhan mereka.

(Antara)

View the Original article

Advertisements

Comments Off on PAL: Realisasi Kapal Perang Filipina Tunggu Desain

Filed under Indonesia

Hibah 25 Tank LVT Korsel Tunggu Izin AS

24 Mei 2012

Indonesia telah menerima 10 LVT-7 hibah dari Korea dari rencana 35 unit (photo : dixie)
Jakarta, InfoPublik – Kembali Indonesia akan menerima hibah25 tank amphibi Landing Vehicle Tracked (LVT) dari Korea Selatan untukdigunakan oleh Korps Marinir TNI Angkatan Laut. Namun, prosesnya masih menungguizin dari Amerika Serikat, pembuat tank tersebut.
“Hibah 25 unit alat tempur LVT itu harus mendapatkanizin dari Amerika Serikat, karena LVT itu merupakan buatan Amerika,” jelasPanglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono usai mengikuti sidang KomiteKebijakan Industri Pertahanan (KKIP), di PT PAL Indonesia (Persero), Surabaya,Jawa Timur, Rabu (23/5).
Menurut Panglima TNI, Indonesia sebelumnya juga telahmendapatkan 10 unit LVT dari Korea Selatan, namun di Korsel masih ada 25 unitlagi yang masih layak digunakan dan dihibahkan. “Saat ini sedang diprosesuntuk mohon dihibahkan pada Indonesia tapi pelaksanaan hibah ini pun harusseizin Amerika. Kita masih menunggu keputusan dari Kemhan Korea dan AmerikaSerikat apakah menyetujui untuk dihibahkan ke Indonesia atau tidak,” kataPanglima.
Mengenai pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) didalam negeri, Panglima TNI selaku anggota KKIP, mengatakan, PT PAL sebagai”Lead Integrator” sangat penting untuk diberikan dukungan dalammewujudkan pembangunan kapal, baik Kapal Cepat Rudal (KCR), Perusak Kapal Rudal(PKR) maupun kapal angkut. “KCR 40M sudah selesai dibangun dan adabeberapa unit. PT PAL juga akan membangun 6 unit KCR-60M dan kapal 105 M, yakniPKR,” katanya.
Terkait pembelian Tiga Kapal Selam Korea, MenteriPertahanan, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, tiga unit kapal masih dalam prosespembangunan yang dilakukan oleh Korsel dan PT PAL. “Kapal selam pertamaakan dilakukan oleh Korsel. Yang kedua separuh-separuh antara Korsel dan PT PALdan ketiga dibangun di PT PAL. Ini harus dibahas kembali karena harus dilihatkesiapan PT PAL sendiri,” katanya.
Pasalnya, kata Menhan yang juga selaku Ketua KKIP, peralatanuntuk pembangunan kapal selam itu tidak mudah, sehingga harus terusdibicarakan, sementara proses dari pembuatan ini tetap berjalan.
Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menyebutkanproyek kapal selam ini ada dua macam, yakni pengadaannya dan transfer oftechnology-nya. “Kalau pengadaannya kan sudah selesai dan kita telahkontrak. Ini akan berjalan sekaligus,” tuturnya.
Namun, dalam ToT, ada tiga tahapan, yakni pembangunan kapalselam di Korea, separuh-separuh antara Korsel dan PT PAL, dan PT PAL sendiri.”Sejak fase pertama kita sudah melibatkan tenaga-tenaga teknis yang kitakirim dari Indonesia yakni PT PAL ke Korea. Yang menjadi tantangan apabila kitaingin masuk ke fase ketiga, infrastruktur yang ada di PT PAL harus dipersiapkankarena membangun kapal selam memiliki infrastruktur tersendiri dan yang palingpenting, harus didukung oleh anggaran yang perlu dipersiapkan. Kemhan jugatengah membicarakan bagaimana kesiapan PT PAL yang terdiri dari Meneg bumn, dantentunya yang ahli dalam kontrak Kemhan,” urainya.(dry)

View the Original article

Leave a comment

Filed under Indonesia